Italian Trulli
Barrupos shared

Barrupos.com – Masih rendahnya indeks literasi dan inklusi keuangan masyarakat di wilayah pedesaan menjadi perhatian serius dalam upaya penguatan ekonomi warga.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2024 oleh OJK dan BPS, kesenjangan antara penggunaan produk keuangan dan pemahaman terhadap manajemen risiko masih cukup lebar.

Menjawab tantangan tersebut sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Tematik Inovasi Desa Universitas Hasanuddin, Firda Anugrah Nasywaah, menggelar program “Pendampingan Manajemen Risiko Usaha dan Dana Cadangan bagi Pelaku UMKM” di Desa Pao-Pao, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru.

Firda Anugrah Nasywaah, mahasiswa KKN dari Program Studi Ilmu Aktuaria Unhas angkatan 2023, berdasarkan hasil observasi terlihat bahwa sebagian besar pelaku UMKM pedesaan belum memiliki kebiasaan menyisihkan sebagian keuntungan sebagai dana cadangan. Padahal, risiko tidak terduga seperti kerusakan bahan baku, penurunan jumlah pembeli musiman, hingga kerusakan alat produksi bisa langsung mengganggu keberlangsungan operasional usaha.

Guna mengatasi permasalahan tersebut, program ini dirancang menggunakan pendekatan pendampingan personal secara langsung ke lokasi usaha (door-to-door). Metode ini dipilih agar proses edukasi dan diskusi dapat berjalan lebih efektif, akrab, serta solutif sesuai dengan kebutuhan spesifik masing-masing pemilik usaha.

Dalam pelaksanaannya, pendampingan berfokus pada dua pelaku usaha lokal, yakni Usaha Anjaya Telur Asin Bakar di Dusun Pucue dan Depot Air Minum Mangga Dua di Dusun Bontopenno. Melalui sesi wawancara dan identifikasi bersama, para pelaku usaha diajak menggali potensi risiko operasional yang kerap dihadapi sehari-hari.
Uniknya, Firda membawa konsep ilmu aktuaria yang biasa digunakan dalam perhitungan asuransi seperti estimasi frekuensi kejadian, besarnya kerugian (severity), hingga kalkulasi safety loading lalu menyederhanakannya menjadi metode yang aplikatif.

Menggunakan tabel sederhana, pemilik usaha dibimbing menghitung secara langsung nominal dan persentase keuntungan yang ideal disisihkan tiap bulan sebagai dana cadangan.
Sebagai bentuk hilirisasi dan luaran dari rangkaian program pendampingan tersebut, Firda menyusun buku panduan berjudul “Panduan Manajemen Risiko Usaha Mikro”. Buku ini diserahkan secara resmi kepada Kepala Desa Pao-Pao di Kantor Desa Pao-Pao pada Senin, 27 Juli 2026.

Kepala Desa Pao-Pao, Bapak Syamsul Bahri, S.E., M.M. menyambut hangat dan memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi berbasis keilmuan aktuaria yang dibawakan oleh mahasiswa KKN Unhas ini. Ia menegaskan komitmen pemerintah desa untuk memanfaatkan hasil karya ini secara berkelanjutan.
“Ke depannya, apabila ada kegiatan atau forum desa yang melibatkan para pelaku UMKM dan warga yang memiliki usaha, kami akan mengarahkan mereka untuk membaca buku panduan ini serta memanfaatkan template perhitungan yang telah disiapkan. Ini sangat bermanfaat memberikan rekomendasi konkret untuk mitigasi risiko usaha warga,” ungkap Kepala Desa Pao-Pao saat menerima penyerahan buku panduan tersebut.

Melalui pendampingan berbasis kompetensi aktuaria serta dukungan penuh dari Pemerintah Desa Pao-Pao, diharapkan para pelaku UMKM lokal semakin tangguh dan melek finansial, sehingga mampu menjaga stabilitas dan keberlanjutan ekonomi desa di masa depan.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *