BARRUPOS.COM, LIBURENG – Komitmen Rahmatullah dalam membangun Desa Libureng tidak hanya terlihat pada kiprah profesionalnya, tetapi juga nyata dalam pengabdian sosial, keagamaan, dan penguatan ekonomi desa.
Dari Masjid Mubarak Ulo hingga penataan BUMDes, jejak kepemimpinannya menunjukkan konsistensi membangun dari akar rumput.
Pembangunan Fisik dan Kebangkitan Ibadah
Semasa dipercaya dalam kepanitiaan pembangunan Masjid Mubarak Ulo, Rahmatullah menjadi salah satu motor penggerak perubahan.
Pembangunan dan pembenahan sarana ibadah dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan semangat gotong royong.

Perubahan tersebut tidak hanya memperindah tampilan masjid, tetapi juga meningkatkan kenyamanan jamaah serta menghidupkan kembali semangat beribadah di tengah masyarakat.
Pemberdayaan 25 Pemuda Jadi Imam Tarawih
Salah satu terobosannya adalah memberdayakan 25 pemuda se-Desa Libureng menjadi imam salat tarawih secara bergiliran setiap malam selama Ramadan.
Program ini menjadi ruang kaderisasi imam muda, menumbuhkan rasa percaya diri generasi muda, serta mempererat ukhuwah antarpemuda dan masyarakat.

Langkah ini menghadirkan warna baru dalam kegiatan keagamaan dan membuktikan bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam pembangunan moral desa.
Konsep Ramadan Modern Islami Tingkat Kecamatan
Rahmatullah juga tercatat sebagai salah satu pendukung utama terselenggaranya Semarak Ramadan tingkat Kecamatan Tanete Riaja dengan konsep “modern islami” dengan mendapat support dari pemerintah kabupaten, Kecamatan dan Desa yang saat itu di buka langsung oleh Bupati Barru bersama pemerintah kecamatan Tanete Riaja.
Kegiatan ini menghadirkan nuansa Ramadan yang lebih tertata, kreatif, dan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Mulai dari kegiatan keagamaan, partisipasi pemuda, hingga kolaborasi lintas dusun dan desa.

Semarak Ramadan Festival Anak Saleh tersebut menjadi momentum kebangkitan syiar Islam yang lebih progresif tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisional masyarakat.
Pembina Persatuan Pemuda Tanpa Sekat
Tidak berhenti pada kegiatan keagamaan, Rahmatullah turut berperan sebagai salah satu pembina dalam upaya mempererat persatuan pemuda Libureng tanpa sekat. Ia mendorong terbentuknya wadah bersama bernama Kerukunan Pemuda Libureng sebagai ruang silaturahmi, koordinasi, dan kolaborasi lintas dusun.


Melalui wadah ini, pemuda disatukan dalam satu visi membangun desa, menghilangkan sekat perbedaan, serta memperkuat solidaritas generasi muda.
Rahmatullah juga tercatat sebagai Majelis Penasehat Karang Taruna Desa Libureng hingga saat ini.
Menata Ulang BUMDes untuk Penguatan Ekonomi Desa
Di bidang ekonomi, Rahmatullah dipercaya menakhodai BUMDes Desa Libureng sebelum bergulirnya Pilkades 2026. Dalam perannya tersebut, ia melakukan penataan ulang sistem pengelolaan BUMDes agar lebih transparan, terarah, dan berdampak langsung pada masyarakat.

Langkah penataan ini difokuskan pada penguatan manajemen, optimalisasi potensi lokal, serta mendorong BUMDes menjadi motor penggerak ekonomi desa.
Baginya, pembangunan tidak cukup hanya pada aspek spiritual dan sosial, tetapi juga harus menyentuh kemandirian ekonomi warga.
Jejak Kepemimpinan yang Teruji
Menurut sejumlah tokoh masyarakat, selama masa pengabdiannya, perubahan terasa nyata baik pada pembangunan fisik masjid, peningkatan kualitas ibadah, persatuan pemuda, maupun arah pengelolaan ekonomi desa.
Jejak pengabdian tersebut mencerminkan karakter kepemimpinan Rahmatullah yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia dan penguatan nilai spiritual serta ekonomi masyarakat.
Dari masjid sebagai pusat peradaban, ke pemuda sebagai kekuatan masa depan, hingga BUMDes sebagai tulang punggung ekonomi desa, langkah-langkah itu menjadi bagian dari ikhtiar membangun Libureng secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Sumber : Team Media ITULAH Untuk Desa Libureng*





