Barrupos.com,Makassar– Ketua beserta Sekretaris dan Bendahara Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Barru resmi dikukuhkan sebagai Da’i Muda Muhammadiyah Sulawesi Selatan dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Makassar, Sabtu (25/4/2026).
Pengukuhan ini dilakukan langsung oleh perwakilan Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Tabligh Pimpinan Pusat, yang dihadiri oleh Wakil Sekretaris dan Wakil Bendahara Majelis Tabligh. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam penguatan gerakan dakwah Muhammadiyah, khususnya dalam menyiapkan mubaligh muda yang kompeten dan berintegritas.
Sebanyak 500 peserta dari total 700 alumni Sekolah Tabligh dinyatakan lulus dan resmi dikukuhkan sebagai Da’i Muda Muhammadiyah. Mereka berasal dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, menandai luasnya jangkauan kaderisasi dakwah Muhammadiyah di wilayah ini.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, serta jajaran Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan.
Dari Kabupaten Barru, tercatat tujuh orang kader yang dinyatakan lulus, dengan empat di antaranya hadir langsung mengikuti prosesi pengukuhan. Mereka adalah Mudaksir, S.Pd., M.Pd selaku Ketua PDPM Barru, Ahmad, S.Pd., Gr selaku Sekretaris PDPM Barru, Muhammad Akram, S.Pd., M.Pd selaku Bendahara PDPM Barru, serta Dahrul, S.Pd., M.Pd., Gr sebagai anggota Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah.
Dalam sambutannya, Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Dr. Ir. Nurdin Mappa, MM, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan ini.
“Terima kasih kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, serta seluruh Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Kabupaten Barru dan para alumni Sekolah Tabligh. Hari ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi awal dari perjuangan dakwah yang sesungguhnya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa para alumni Sekolah Tabligh bukanlah lulusan biasa, melainkan bagian dari “pasukan dakwah Muhammadiyah” yang memiliki tanggung jawab besar dalam menyebarkan nilai-nilai Islam.

Sementara itu, perwakilan Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Waluyo, Lc., MA, menekankan pentingnya keberlanjutan pembinaan bagi para da’i muda.
“Dalam visi pengembangan dakwah Muhammadiyah, Majelis Tabligh berperan dalam membangun sistem dakwah yang terstruktur dan didukung oleh mubaligh yang kompeten. Para lulusan harus masuk dalam Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) dan tidak berhenti hanya pada pelatihan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa integrasi dengan masjid dan amal usaha Muhammadiyah menjadi langkah strategis dalam memperluas jangkauan dakwah.
Amanat Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Ambo Asse, M.Ag, turut memberikan motivasi kepada para da’i muda yang baru dikukuhkan.
“Kami berharap para mubaligh muda ini dapat mengambil peran aktif di masjid-masjid. Ini adalah tugas mulia yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan, keikhlasan, dan komitmen,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW, serta mendorong para kader untuk aktif mengikuti kajian-kajian keislaman, baik secara daring maupun luring.
“Orang-orang yang berjihad di jalan Allah akan ditunjukkan jalan yang lurus. Oleh karena itu, jalankanlah dakwah dengan sungguh-sungguh dan penuh keikhlasan,” pesannya.
Pengukuhan ini menjadi tonggak penting bagi kader Pemuda Muhammadiyah, khususnya dari Kabupaten Barru, dalam memperkuat peran dakwah di tengah masyarakat serta menjawab tantangan zaman dengan pendekatan yang terstruktur dan berkelanjutan.





