Italian Trulli
Barrupos shared

Barrupos.com, Wajo, 2 Juni 2026 – Komitmen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Gazali Barru dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual kembali diwujudkan melalui kegiatan Field Trip Mata Kuliah Sejarah Peradaban Islam I. Sebanyak 60 mahasiswa Semester IV Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) melakukan kunjungan akademik ke Masjid Tua Tosora, Desa Tosora, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, salah satu situs penting dalam perjalanan sejarah Islam di tanah Bugis.

 

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua STAI Al Gazali Barru, Dr. Muhaemin, didampingi Wakil Ketua I, Muhammad Shaleh, serta dosen pengampu mata kuliah, Radinal Tamrin dan Saripuddin. Kehadiran pimpinan kampus bersama dosen menjadi bentuk dukungan terhadap proses pembelajaran yang tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman belajar langsung di lapangan.

 

Field Trip merupakan bagian dari strategi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang dirancang untuk mempertemukan mahasiswa dengan sumber-sumber sejarah secara nyata. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan mengamati secara langsung peninggalan peradaban Islam, memahami konteks sosial-historis suatu peristiwa, serta menghubungkan teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan fakta sejarah yang masih terpelihara hingga saat ini.

 

Masjid Tua Tosora dikenal sebagai salah satu jejak penting perkembangan Islam di Sulawesi Selatan. Berdiri sejak sekitar abad ke-14, situs ini menjadi saksi penyebaran Islam di wilayah Wajo sekaligus merekam perjalanan panjang dakwah para ulama di tanah Bugis. Kompleks bersejarah tersebut masih mempertahankan sejumlah peninggalan asli, di antaranya mihrab masjid yang tetap berdiri kokoh sebagai penanda arah kiblat serta sisa pondasi bangunan batu yang dahulu disusun menggunakan perekat tradisional berbahan putih telur.

 

Di kawasan yang sama juga terdapat makam Syekh Jamaluddin Al-Akbar Al-Husaini, seorang ulama yang diyakini berasal dari Hadhramaut, Yaman, dan memiliki garis keturunan Rasulullah SAW. Hingga kini, makam tersebut menjadi salah satu destinasi ziarah religi yang ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari Malaysia dan Singapura. Keberadaan situs tersebut memperlihatkan besarnya pengaruh dakwah Islam di kawasan timur Nusantara sekaligus memperkaya khazanah sejarah Islam Indonesia.

 

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa mengikuti pemaparan mengenai sejarah Kerajaan Tosora sebagai salah satu pusat pemerintahan dan penyebaran Islam di wilayah Wajo. Mereka juga melakukan observasi terhadap peninggalan arkeologis yang masih tersisa sebagai bahan kajian akademik. Pengalaman tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami bahwa sejarah bukan sekadar rangkaian peristiwa yang dibaca dalam buku, melainkan warisan peradaban yang dapat dipelajari secara langsung melalui bukti-bukti autentik yang masih lestari.

 

Ketua STAI Al Gazali Barru, Dr. Muhaemin, menyampaikan bahwa kegiatan pembelajaran lapangan seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun kualitas lulusan yang memiliki wawasan keilmuan sekaligus kecintaan terhadap sejarah dan peradaban Islam.

 

“Mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori di ruang kuliah. Mereka perlu melihat, mengamati, dan merasakan langsung jejak sejarah agar lahir pemahaman yang utuh serta kesadaran untuk menjaga warisan peradaban Islam yang menjadi bagian dari identitas bangsa,” ungkapnya.

 

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memperkuat literasi sejarah, serta menumbuhkan sikap reflektif terhadap perjuangan para ulama dalam menyebarkan nilai-nilai Islam. Pembelajaran langsung di situs bersejarah juga diharapkan mampu membangun karakter akademisi Muslim yang menghargai warisan intelektual, memiliki kepedulian terhadap pelestarian cagar budaya, serta mampu mengintegrasikan nilai-nilai sejarah Islam dalam praktik pendidikan, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat.

 

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa STAI Al Gazali Barru terus berinovasi menghadirkan proses pembelajaran yang aktif, inspiratif, dan berorientasi pada penguatan kompetensi mahasiswa. Dengan menggabungkan pendekatan teoritis dan pengalaman empiris di lapangan, kampus berharap dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, adaptif, serta memiliki kesadaran historis yang kuat dalam membangun peradaban Islam di masa depan.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *