Barrupos.com, Sulawesi Selatan – Inovasi lokal dari Kabupaten Barru kembali mendapat perhatian nasional. Televisi Republik Indonesia (TVRI) akan melakukan proses produksi program Liputan Inspiratif yang mengangkat perjalanan Pupuk Barru, sebuah inovasi pengolahan pupuk organik berbasis FABA (Fly Ash dan Bottom Ash) yang dikembangkan sebagai solusi terhadap persoalan lingkungan dan tantangan di sektor pertanian.
Proses produksi program dijadwalkan berlangsung pada 31 Juli hingga 3 Agustus 2026 di sejumlah lokasi di Kabupaten Barru. Selama proses produksi, tim TVRI akan melakukan perekaman video, wawancara dengan para narasumber, serta dokumentasi berbagai aktivitas pengelolaan limbah dan produksi pupuk organik sebagai rangkaian cerita inspiratif yang akan ditayangkan kepada masyarakat.
Program tersebut mengangkat kisah Rasyid Ridha, Founder Pupuk Barru, yang memulai inovasi ini dari kepeduliannya terhadap dua persoalan utama, yakni meningkatnya timbunan limbah organik dan tantangan yang dihadapi petani akibat keterbatasan pupuk.
Pupuk Barru dikenal sebagai inovasi pupuk organik yang memanfaatkan limbah organik dan FABA (Fly Ash dan Bottom Ash) sebagai bahan baku utama. Pendekatan tersebut dikembangkan untuk memberikan nilai tambah terhadap limbah sekaligus mendukung upaya pemulihan kualitas tanah dan peningkatan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
Founder Pupuk Barru, Rasyid Ridha, mengatakan bahwa inovasi yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada produk, tetapi juga pada upaya menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan.
“Pupuk Barru bukan sekadar produk, melainkan sebuah gerakan dalam melihat tantangan menjadi peluang,” ujar Rasyid Ridha.
Melalui program Liputan Inspiratif, TVRI diharapkan dapat memperkenalkan inovasi daerah yang lahir dari kebutuhan masyarakat serta mendorong semakin banyak pihak untuk mengembangkan solusi berkelanjutan dalam pengelolaan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ketahanan pangan nasional.





