Barrupos.com — Komoditas pertanian unggulan asal Kabupaten Jember, Jawa Timur, yakni cabe jamu, resmi mulai ditanam di Kabupaten Barru dan menjadi yang pertama dibudidayakan di Sulawesi Selatan.
Penanaman cabe jamu di Kabupaten Barru dilakukan melalui pola sistem kemitraan antara PPJI (Perkumpulan Petani Cabe Jamu Indonesia) dengan petani serta lembaga desa setempat. Dalam sistem ini, petani membeli bibit, sementara PPJI memberikan pupuk secara gratis, pendampingan teknis budidaya hingga panen, serta menjamin pembelian hasil panen sesuai harga terupdate.
Saat ini, sebanyak 12.000 pohon cabe jamu telah ditanam melalui Program Ketahanan Pangan BUMDes di Desa Lalabata, Kecamatan Tanete Rilau. Selain itu, sebanyak 4.000 bibit pohon juga telah ditanam oleh Herdiansyah, petani dari Desa Kamiri. Pengembangan budidaya ini akan berlanjut dengan rencana penanaman 3.000 bibit pohon di Kelurahan Mattappawalie oleh Syahril dan Ali Akbar, yang saat ini masih dalam tahap pembersihan lahan.
Pendamping Desa Kecamatan Pujananting, Rasyidi, menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan cabe jamu di Kabupaten Barru. Menurutnya, komoditas ini memiliki keunggulan dibandingkan tanaman pertanian lainnya.
“Kami beberapa pendamping desa di Kabupaten Barru sangat mendukung cabe jamu ini karena belum ada di Sulawesi Selatan. Masa tanamnya sekitar sembilan bulan, selanjutnya bisa dipanen setiap 15 hari atau dua kali dalam sebulan. Penanaman cukup sekali, namun tanaman akan terus berbuah,” ujar Rasyidi.

Ia menambahkan bahwa cabe jamu memiliki harga jual yang tinggi per kilogram serta kepastian pasar yang telah dijamin oleh pihak PPJI.
“Pasarnya sudah jelas dan dijamin oleh PPJI. Dari sisi keuntungan, cabe jamu ini jauh lebih menguntungkan hasilnya dibandingkan produk pertanian lainnya,” tambahnya.
Program penanaman cabe jamu ini dinilai selaras dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Barru, khususnya dalam upaya meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat serta membuka lapangan kerja baru di sektor pertanian dan industri herbal.
Dengan dimulainya budidaya cabe jamu di sejumlah wilayah tersebut, Kabupaten Barru diharapkan dapat menjadi sentra baru pengembangan tanaman herbal unggulan di Sulawesi Selatan.





