Oleh: Musriadi, S.I.Pem
Kabid PPPPD DPP GAPPEMBAR
BARRUPOS.COM, BARRU – Kegiatan Kapolres Barru Cup yang digelar di Lapangan Sumpang Binangae patut diapresiasi sebagai ajang olahraga dan hiburan bagi masyarakat. Antusiasme warga yang hadir mencerminkan bahwa kegiatan tersebut mampu menjadi ruang rekreasi sekaligus pemersatu. Namun di balik kemeriahan itu, terdapat ironi besar yang justru mengusik rasa keadilan dan keamanan masyarakat Kabupaten Barru.
Dalam beberapa hari terakhir, kasus pencurian kian marak dan terjadi secara beruntun di berbagai titik. Mulai dari BTN Rachita 1, BTN Rachita 5, kedai UMKM di Poros Tanete Rilau, hingga informasi terbaru pada 15 Desember 2025 yang menyebutkan terjadinya pencurian di BTN Griya Takkalasi. Fakta ini bukan sekadar isu, melainkan keresahan nyata yang dirasakan langsung oleh warga, khususnya masyarakat perumahan dan pelaku UMKM.
Ironisnya, hingga hari ini pelaku pencurian dari kasus-kasus sebelumnya belum juga berhasil diamankan, namun justru kembali muncul kejadian baru. Situasi ini menimbulkan pertanyaan serius: di mana letak rasa aman yang seharusnya menjadi hak dasar masyarakat?
Keamanan bukanlah sekadar simbol atau seremoni. Ia bukan diukur dari suksesnya sebuah event, melainkan dari kemampuan aparat penegak hukum menjamin keselamatan dan ketenteraman warga dalam kehidupan sehari-hari. Ketika masyarakat harus tidur dengan rasa waswas, mengunci rumah berlapis, dan khawatir meninggalkan harta bendanya, maka di situlah negara, melalui aparat keamanan harus melakukan evaluasi menyeluruh.
Kami menilai bahwa maraknya pencurian ini menunjukkan perlunya langkah konkret dan respons cepat dari Polres Barru. Penindakan tegas, patroli intensif, pengungkapan kasus secara transparan, serta kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban.
Polres Barru harus menjadikan keamanan dan ketertiban masyarakat sebagai prioritas utama, bukan sekadar jargon. Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa atensi serius dan hasil nyata, maka wajar jika publik mempertanyakan kinerja dan tanggung jawab pimpinan kepolisian di daerah ini.
Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil, kami mendesak Polres Barru untuk segera menangkap para pelaku pencurian dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, sebelum daftar korban semakin panjang. Rasa aman tidak bisa ditunda, dan kepercayaan publik tidak boleh diabaikan.
Masyarakat Barru berhak hidup aman, tenang, dan bebas dari rasa takut. Ketika hak itu gagal dijamin, maka tanggung jawab moral dan institusional harus ditegakkan, demi tegaknya keadilan dan keamanan di Bumi Colliq Pujie.





