BARRUPOS.COM – Pada bulan Ramadan Allah swt berkenan menurunkan berbagai nikmat dan anugerah, mulai dari diturunkannya kitab suci al -Qur’an (Nuzulul Quran), Malam Kemuliaan (Lailatul Qadr), pahala kebaikan yang berlipat ganda, kasih sayang, hingga limpahan ampunan.
Bahkan, dalam Hadis Qudsi disebutkan bahwa kasih sayang Allah swt dapat mengalahkan murka dan amarah-Nya. Ini harus menjadi dasar dan pegangan bagi orang mukmin untuk selalu bersikap optimistis dan penuh harap terhadap rahmat dan kasih sayang Allah swt.
Untuk itu dengan datangnya Ramadan, bulan yang penuh ampunan ini, bisa kita pergunakan semaksimal mungkin untuk selalu berdoa dan memohon kasih dan ampunan-Nya. Dan seharusnya kita amat senang diberikan umur yang panjang, jasmani dan rohani yang sehat, sehingga masih bisa dipertemukan dengan bulan yang penuh kasih dan ampunan ini.
Alangkah bahagianya kita semua ketika datang Ramadan, kita sambut dengan senang dan riang gembira, dalam arti kita menjalankan perintah Allah swt untuk berpuasa di bulan Ramadan pada siang harinya dan menegakkan salat di malam harinya (salat tarawih, salat tahajud, munajat, dan bentuk ibadah-ibadah lain di malam harinya). Inayallah atas izin-Nya kita akan diberikan rahmat dan kasih sayang Allah swt serta mendapatkan ampunan-Nya.
Mari kita bulatkan tekad dan niat untuk melaksanakan ibadah shaum dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan. “Barang siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan iman dan penuh pengharapan serta ketulusan, niscaya Allah akan mengampuni segala dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaqun ‘alaih).
Selain itu pada bulan ramadan dikenal tiga pembagian hari. Pada 10 hari pertama di bulan Ramadan dikenal dengan rahmat. Pada 10 hari pertama ini, Allah banyak menurunkan rahmat kepada siapa saja yang taat beribadah.
Sedangkan pada 10 hari kedua disebut dengan magfirah atau ampunan dari Allah swt. Barang siapa yang banyak beribadah dan memohon ampunan di bulan Ramadan bakal diampuni dosa-dosanya oleh Yang Maha Kuasa.
Sebagaimana sabda Rasulullah “Barangsiapa melakukan Qiyam Ramadan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni,” (HR. Bukhari dan Muslim).
Sementara itu, 10 hari terakhir di bulan Ramadan dikenal dengan penghindaran dari siksa api neraka. Umat Islam berkesempatan menyucikan diri dengan berdoa dan beribadah sebanyak-banyaknya pada malam-malam terakhir ini dengan harapan kita terhindar dari siksa api neraka.
Kasih sayang Ramadan
Islam adalah agama kasih sayang. Allah menyifati diri-Nya sebagai zat yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang (QS Al Fatihah 1: 3). Dia mengajarkan kepada manusia untuk saling berkasih sayang.
Rasulullah Muhammad saw mengajarkan bahwa barangsiapa yang tidak menyayangi, niscaya dia tidak disayangi (HR Bukhari-Muslim). Beliau juga mengingatkan umat Islam untuk menyayangi penduduk bumi agar penghuni langit menyayangi mereka (HR Abu Dawud).
Salah satu sifat orang beriman adalah saling menyayangi sesama mereka (QS. Al-Fath 48: 29), bahkan Rasulullah saw menilai kasih sayang itu adalah keberkahan (HR. Thabrani). Ramadan adalah saat yang tepat untuk menumbuhkan jiwa kasih sayang.
Sebulan penuh Allah swt memerintahkan kepada umat Islam untuk berpuasa. Puasa secara syar’i mendidik orang beriman untuk menahan nafsu makan, minum, dan bersetubuh pada siang hari. Dengan lapar dan haus sepanjang hari selama sebulan penuh diharapkan tumbuh jiwa kasih sayang terhadap kerabat, sahabat, teman kerja, dan orang sekitar yang kurang beruntung.
Kasih sayang kepada mereka akan menjadi mesin pendorong untuk bersimpati dan berempati dalam bentuk berbagi rezeki kepada sesama. Rasulullah saw mendorong umat Islam untuk berbagi, bersedekah, dengan memberi makan untuk berbuka kepada orang yang berpuasa dengan menjanjikan pahala seperti orang yang berpuasa itu.
Alhamdulillah, umat Islam Indonesia terkenal dermawan dan penulis saksikan di media selama bulan Ramadan masjid penuh dengan berbagai macam makanan dan minuman untuk berbuka dan sebagai teman mereka tadarus pada malam hari itu sebagai bukti kalau di bulan ramadan penuh dengan kasih sayang
Itulah beberapa keutamaan dan keistimewaan bulan suci Ramadan. Dan kerugianlah bagi orang-orang yang tidak mendapat apa-apa selama bulan Ramadan karena didalamnya penuh dengan ampunan dan kasih sayang. Oleh karena itu, mari kita memanfatkan di sisa-sisa terkahir dibulan suci Ramadan ini dengan penuh sukacita karena ingin meraih keberkahan, kasih dan ampunan dari Allah swt.
Oleh: Muhammad Tariq





